Pengertian Ilmu Falak
Cari Berita

Pengertian Ilmu Falak

Selasa, 10 April 2018

Secara umum Ilmu Falak sama dengan Astronomi, yaitu ilmu yang mempelajari perbintangan, tetapi sebenarnya ilmu falak adalah sebuah ilmu yang mempelajari peredaran benda-benda langit, khususnya bumi, bulan dan matahari. Peredaran benda-benda langit tersebut digunakan untuk menentukan waktu sholat, arah kiblat, gerhana bulan dan matahari serta penentuan awal bulan bulan hijriyah. Dan sebagai patokan-patokan penetuan waktu ibadah diambil dari Al-Qur’an yang diperjelas dengan hadits

untuk menjelaskan ilmu falak secara umum, dari penjelasan-penjelasan tersebut akan tergambar secara umum tujuan mempelajari ilmu falak, untuk apa keperluannya, dan bagaimana mempelajarinya.

a. Pengertian Ilmu Falak

Menurut bahasa, falak artinya مدار النجوم atau orbit atau peredaran/lintasan benda-benda langit, sehingga ilmu falak adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda-benda langit khususnya bumi, bulan dan matahari pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit tersebut antara satu dengan lainnya agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi. 

Istilah ilmu falak dapat disejajarkan dengan istilah Practical Astronomi (Astronomi Praktis) yang terdapat dalam dunia astronomi. karena hasil perhitungan dari ilmu ini dapat dipraktekan atau dimanfaatkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dinamakan juga Ilmu Hisab karena kegiatan yang menonjol dari ilmu ini ialah menghitung kedudukan ketiga benda langit di atas. 

b. Ruang Lingkup Pembahasan

Secara garis besar Ilmu Falak atau Ilmu Hisab dikelompokkan pada dua macam, yaitu ‘ilmiy dan amaly. 

Ilmu Falak ‘Ilmiy (Theoritical Astronomy) adalah ilmu yang membahas teori dan konsep benda-benda langit, misalnya dari asal muasal kejadiannya (cosmogony), bentuk dan tata himpunannya (cosmologi), jumlah anggotanya (cosmografi), ukuran dan jaraknya (astrometrik), gerak dan daya tariknya (astromekanik), dan kandungan unsur-unsurnya (astrofisika). 

Sedangkan ilmu falak ‘amaly (Practical Astronomy) adalah ilmu yang melakukan perhitungan untuk mengetahui posisi dan kedudukan benda langit antara satu dengan yang lainnya. Ilmu ini disebut oleh masyarakat umum dengan Ilmu Falak atau Ilmu Hisab. Tetapi pembahasan dan kegiatan dalam ilmu falak hanyalah terbatas pada pembahasan mengenai peredaran bumi, matahari dan bulan saja, karena peredaran ketiga benda langit inilah yang mempunyai sangkut paut dengan pembahasan Ilmu Falak untuk pelaksanaan ibadah.

Bahasan Ilmu Falak yang dipelajari dalam Islam adalah yang ada kaitannya dengan pelaksanaan ibadah, umumnya mempelajari 4 bidang, yakni :

1. Arah kiblat dan bayangan arah kiblat

2. Waktu-waktu sholat

3. Awal bulan hijriyyah

4. Gerhana matahari dan bulan.

Pembahsan awal bulan dalam ilmu falak adala menghitung waktu terjadinya ijtima’ (konjungsi) yakni posisi matahari dan bulan berada pada satu bujur astronomi, serta menghitung posisi bulan ketika matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi itu.

c. Manfa’at Ilmu Falak

Dengan mempelajari ilmu falak atau ilmu hisab, kita dapat memastikan matahari sudah terbenam untuk berbuka puasa, melakukan rukyatul hilal dengan tepat ke posisi hilal.

Dengan demikian, ilmu falak atau ilmu hisab dapat menumbuhkan keyakinan dalam melakukan ibadah, sehingga ibadahnya lebih khusyu’. Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik hamba Allah adalah mereka yang selalu memperhatikan matahari dan bulan untuk mengingat Allah” (HR. Thabrani)

d. Hukum Mempelajarai Ilmu Falak

Mengingat betapa besar manfaat ilmu falak berkaitan dengan pelaksanaan ibadah, maka mempelajari ilmu falak atau ilmu hisab itu hukumnya wajib, sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Husain :

“Mempelajari ilmu falak itu wajib, bahkan diperintahkan untuk mempelajarinya, karena ilmu falak itu mencakup pengetahuan tentang kiblat dan hal-hal yang berhubungan dengan penanggalan, misalnya puasa. Lebih-lebih pada masa sekarang ini, karena ketidaktahuannya para hakim (akan ilmu falak), sikap mempermudah serta kecerobohan mereka, sehingga mereka menerima kesaksian (hilal) seseorang yang mestinya tidak dapat diterima”. 

Para ulama, misalnya Ibnu Hajar dan ar-Ramli berkata bahwa bagi orang yang hidup dalam kesendirian, maka mempelajari ilmu falak itu fardlu ‘ain baginya. Sedangkan bagi masyarakat banyak hukumnya fardlu kifayah. 

Ilmu Falak sebagai sebuah disiplin ilmu, bisa dilihat dari dua sisi, pertama ilmu falak sebagai ilmu pengetahuan, yang secara epistemologi menggunakan metoda ilmiah dalam menyusun pengetahuan yang benar. Di sisi lain sebagai ilmu rumpun syari’ah, dalam pembahasannya menyangkut hukum yang ada kaitannya dengan peribadatan umat muslim, seperti waktu-waktu sholat, waktu pelaksanaan puasa wajib, waktu pelaksanaan haji dan lain-lain, yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunah

Mempelajari ilmu falak mempunyai suat tujuan yang sangat jelas, selain hukumnya Wajib Kifayah, berdasarkan kaidah Ushul “ Tidak sempurna suatu kewajiban jika tidak ada sesuatu, maka sesuatu tersebut, menjadi wajib hukumnya”, . Dengan demikian, ilmu falak atau ilmu hisab dapat menumbuhkan keyakinan dalam melakukan ibadah, sehingga ibadahnya lebih khusyu.

Adapun cara memperdalamnya, hampir sama dengan ilmu pengetauan lain yaitu harus mengusai standar kompetensi dan kompetensi dari ilmu falak, sedangkan peran As-Sunah dalam ilmu falak ini sebagai landasan teologi yang melandasi semua bagian-bagian dari bahasan ilmu falak.


Oleh: Ust. Syaf’an Ainu Rosydi
Alumni MHM Ngunut Tamatan 2007