Sunan Kuning Tulungagung
Cari Berita

Sunan Kuning Tulungagung

Jumat, 13 April 2018

Syaikh Zainal Abidin yang lebih dikenal dengan nama Sunan Kuning Macan Bang, karena keseharian beliau menggunakan jubah berwarna kuning merupakan waliyulloh yang makamnya terletak di Dusun Macan Bang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Tepatnya Jalan sebelah timur polsek Kauman ke selatan kurang lebih 6 km, ada gapura dan papan nama Makam Sunan Kuning masuk ke barat kurang lebih 50 m.

Syaikh Zainal Abidin adalah keturunan dari Raden Rahmat (Sunan Ampel) Surabaya. Menurut masyarakat beliau mengembangkan agama islam di Jawa Timur bagian selatan tepatnya berada di daerah Lodoyo Blitar. Beliau adalah sosok yang santun dan telaten dalam memberi pelajaran kepada orang-orang yang ingin belajar kepadanya. Setelah Sunan Kuning menetap di daerah tersebut, ada sebagian tokoh masyarakat yang tidak senang dengan kedatangan beliau untuk menyebarkan agama islam di situ.

Sehingga dari tokoh-tokoh masyarakat yang tidak senang kepada beliau sering mengganggu santri-santrinya yang sedang menimba ilmu, dan tidak jarang mereka menggunakan ilmu hitam untuk melakukan itu. Salah satu yang sering muncul adalah sosok harimau yang menakut-nakuti para santri, sehingga dari sebagian santri ada yang kabur dan tidak mau belajar agama islam lagi kepada Sunan Kuning. Kemudian Sunan Kuning mengadakan musyawarah dengan para santri yang masih tersisa. ”Bagaimana ini syaikh ?” kata salah seorang santri, ”Sudah,biarkan saja, nanti dia pasti akan sadar, jangan dilawan kita di sini tidak mencari musuh, kelak dia akan tahu mana yang benar dan mana yang salah.” jawab Sunan Kuning.

Suatu hari Sunan Kuning dengan sendirinya menemui tokoh aliran hitam tersebut dan berunding kenapa dia mengganggu santri-santrinya. Kemudian tokoh aliran hitam itu malah menantang Sunan Kuning untuk mengadu kesaktian dengannya. Sunan Kuning menjawab “Saya tidak ingin ada pertumpahan darah, saya hanya ingin mencari teman bukan lawan.” Ringkas cerita ketika Sunan kuning berdakwah di daerah itu beliau selalu didesak dan diteror, hingga Akhirnya beliau mengumpulkan semua santrinya dan berkata “Lebih baik saya meninggalkan tempat ini dari pada nanti menimbulkan perpecahan yang besar.” Setelah itu beliau berpamitan untuk pergi ke arah barat. 

Ternyata kepergian beliau diketahui oleh salah satu murid dari tokoh aliran hitam tersebut, yang kemudian melaporkan kepada gurunya yang bernama Ki Kepleh. Setelah ki Kepleh mengetahui berita tersebut, diapun terus membuntuti kemanapun Sunan Kuning pergi. Akhirnya Sunan Kuning sampai di daerah Tulungagung tepatnya di Dusun Cembang. Beliau meneruskan dakwahnya di dusun tersebut dan hendak mendirikan sebuah masjid di sana. Ki Kepleh sudah tahu dimana keberadaan Sunan Kuning sekarang, hingga setiap malam di dusun itu selalu terdengar suara harimau yang mengaung mengerikan, hingga membuat masyarakat yang hendak belajar kepada Sunan Kuning takut untuk keluar rumah. 

Suatu ketika, hari dimana Sunan Kuning sedang mendirikan masjid, datanglah Ki Kepleh dengan tiba-tiba langsung menyerang dan merusak bangunan masjid yang belum jadi tersebut. Kemudian Sunan Kuning berkata kepada Ki Kepleh “Kalau kamu sudah tidak bisa saya peringatkan lagi dan kamu masih terus menggangguku dan tidak mau untuk bertaubat, maka Allah sendiri yang nanti akan menghukummu.” Ki Kepleh tidak sedikitpun menggubris kata-kata Sunan Kuning, dia malah menggunakan ilmu hitamnya untuk berubah menjadi harimau besar dan terus menyerang Sunan Kuning. 

Kemudian Sunan Kuning berkata lagi “Kalau kamu ingin menjadi harimau, jadilah harimau untuk selamanya.” Setelah sunan kuning berkata seperti itu, tiba-tiba Ki Kepleh langsung tidak berdaya dan yang lebih mengejutkan Ki Kepleh tidak bisa mengubah wujudnya menjadi manusia lagi. Akhirnya diapun bertaubat dan meminta agar kekuatannya dikembalikan.

Konon cerita menurut masyarakat Cembang suatu hari di sebuah pekarangan dekat rumah warga ditemukan sebuah bangunan masjid yang belum jadi serta terdapat jubah berwarna kuning berkilau yang disandarkan di sebuah tongkat yang sedang ditunggu seekor harimau yang dipercayai merupakan wujud dari Ki Kepleh. 

Harimau itu mengatakan bahwa dia sekarang sudah bertaubat dan tidak akan mengganggu masyarakat sekitar Cembang lagi, dia telah mengakui bahwa semua yang telah ia lakukan adalah sebuah kekhilafan. Kemudian Ki Kepleh mengatakan bahwa Sunan Kuning sudah pergi entah kemana dan di dalam masjid itu terdapat makam Sunan Kuning. 

Sejak peristiwa itu Dusun Cembang menjadi Desa Macan Bang. Nama tersebut diambil dari wujud KI Kepleh yang berubah menjadi harimau merah.(Red/Tntw)